Perkembangan
Desain Grafis diberbagai Media (Cetak, Digital, dll)
Awalonya media desain grafis hanya
terbatas pada media cetak dwi matra
(dua dimensi). Namun, perkembangannya semakin tidak terbendung, bahkan justru
merambah ke dunia multimedia (diantaranya audio dan video). desain grafis juga
diterapkan dalam media elektronik,
yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.
Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain.
Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup
pengolahan ruang.
Desainer
grafis menata tampilan huruf dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah
rancangan yang efektif dan komunikatif. Desain grafis melingkupi segala bidang
yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual
terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan
kepada komunikan seefektif mungkin.
Pengaruh Kebudayaan dan Teknologi dalam Membuat Desain
Permodelan Grafis
Pengaruh kebudayaan dan teknologi pada berkembangnya
suatu desain pemodelan grafis. Budaya akan digunakan sebagai sumber pemikiran
untuk mengambangkan suatu desain grafis. Banyak budaya kita yang menarik
digunakan sebagai desain grafis,sebaagai contohnya adalah kerajinan kain
daerah.
Kerajinan kain daerah merupakan warisan nenek moyang
kita yang sangat indah untuk di jadikan sebagai sumber pikiran dalam membuat
desain grafis, contohnya adalah batik dan songket. Sedangkan teknologi juga
memiliki andil yang cukup besar untuk perkembangan desain grafis. Dengan
semakin majunya teknologi maka semakin mudah kita untuk menciptakan karya
desain grafis dengan waktu yang singkat kita dapat menghasilkan banyak desin
grafis sehingga lebih efisien.
Desain
Permodelan Grafis dari Segi Interaksi Manusia dan Komputer
Kemampuan
estetika dari desain grafis dan tipografi adalah peningkatan yang penting
terhadap desain sistem manusia-komputer sebagai pengguna antarmuka menjadi
lebih fleksibel dan powerfull. Bagaimanapun, hal ini belum dapat diklaim untuk
menjadi media baru yang tekstual dan penampilan grafik yang diunggulkan.
Jelasnya,
tidak ada individu dapat diharapkan mempunyai pelatihan formal di semua bidang
tersebut, walaupun permintaan cukup tinggi untuk orang dengan latar belakang
multidisipliner, gabungan kemampuan sistem komputer dengan beberapa keahlian
ilmu manusia. Suatu alternatif yang lebih realistis adalah untuk menuju ke
suatu kesadaran, akan tingkat pemahaman menyeluruh dari subjek bidang-bidang
yang relevan, mungkin dikombinasikan dengan ilmu yang khusus dalam satu bidang
atau lebih. Tingkat kesadaran dari ilmu pengetahuan adalah esensi khusus untuk
insinyur dan ilmuwan komputer, yang secara mendasar diharapkan mendesain
antarmuka pengguna-sistem sebagai bagian dari sistem proses desain secara
menyeluruh.
Semenjak saat itulah
eksplorasi komputer grafis mengalami akselerasinya. Kini komputer telah
memanjakan kita lewat ribuan atau bahkan jutaan 'bahan mentah' komunikasi
visual. Dari mulai jenis huruf, potongan-potongan gambar (Clip-Art), dan
stok foto digital. Material-material ini seringkali seudah ternacang dan
diproduksi dengan apik (ready made), terklasifikasi ke dalam
kategori-kategori tetentu yang siap untuk digunakan (ready to use).
Komputer telah mereposisi peralatan grafis konvensial. Meja kerja desainer
tidak lagi dipenuhi oleh peralatan-peralatan kuas, cat, palet, dan sebagainya
namun berupa peralatan built in yang tersedia dalam software-software komputer.
Stok digital menimbulkan perdebatan originalitas gagasan dan eksistensi
hukumnya. Namun secara realitas produk desain grafis modern tetap laris dan
banyak diminati meskipun sering disebut sebagai "seni kaleng" yang
murahan. Kesimpulannya bahwa perkembangan grafis berhubungan sangat erat dengan
perkembangan teknologi, budaya, dan dinamika kehidupan masyarakat. Dengan kata
lain, desain selalu mengkspresikan zamannya.
Materi ini bersumber dari berbagai tulisan blog.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar