Jumat, 08 Mei 2015

APA YANG TELAH KITA LAKUKAN UNTUK NEGARA INI?

APA YANG TELAH KITA PERBUAT UNTUK NEGARA INI?

 
Karena suatu negara tidak akan maju tanpa adanya kontribusi dari warga negaranya. Berdasarkan pengalaman pribadi saya ketika saya masih SMA beberapa tahun yang lalu, upacara bendera merupakan kegiatan yang paling tidak disukai oleh para siswa. Menurut saya, upacara bendera merupakan bentuk kontribusi paling minimum kita sebagai warga  negara. Apa susahnya berdiri sekitar 1 jam di bawah terik matahari jika hal tersebut dibandingkan dengan perjuangan para pahlawan untuk merebut kemerdekaan? Iya nggak? Rasa nasionalisme itu yang kurang dimiliki oleh masyarakat kita.
Selain masalah nasionalisme, permasalahan lain yang sangat krusial dan sudah berlangsung selama turun temurun di negara kita ini adalah KORUPSI. Sepertinya di setiap lembaga di negeri ini, entah di lembaga pemerintahan ataupun di lembaga pendidikan, korupsi telah menjadi sesuatu yang wajar.
Oke, cukup pembukaan dari saya. Kita langsung membahas tentang apa yang telah kita perbuat untuk negara Indonesia tercinta ini? Jujur, saya belum berbuat banyak untuk negara ini. Tapi, setidaknya saya memiliki rasa nasionalisme. Berkontribusi untuk negara tidak saja harus ikut berperang atau lainnya, saya sendiri sebagai mahasiswa (sekarang), berusaha untuk melakukan sebaik mungkin apa yang telah menjadi kewajiban saya. Belajar, menuntut ilmu sungguh-sungguh dan pastinya mendo'akan agar negara tercinta ini selalu damai, sejahtera dan mudah-mudahan makmur. Sebagai warga negara yang baik, tentunya kontribusi kita haruslah mengikuti peraturan dinegara ini, menjadi pribadi yang baik, selalu menjaga persatuan, contoh saya dengan teman saya pun yang berbeda agama dan ras, tetap saling toleransi. Selain kita yang berkonstribusi untuk negara ini mugnkin kadang kita juga berpikir apa sih konstribusi/feedback atau timbal balik dari negara untuk kita. Yang jelas kita tinggal dinegara ini kita pakai tanahnya, pakai airnya, untuk timbal balik dari negara sendiri, yaa mungkin negara memberi perlindungan HAM, menjadikan kita untuk harus cinta dengan tanah air ini. Negara berkonstribusi memberikan perlindungan untuk warga negaranya. Mungkin sekian tulisan dari saya untuk bahasan hari ini hehe Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat, mudah-mudahan kita sebagai generasi penerus bangsa ini bisa menjadi pribadi yang jujur dan baik, sehingga negara tercinta ini bisa lebih sejahtera.

Rabu, 08 April 2015

Sedikit Bahasan Seni dan Kebudayaan daerah Majalengka



Ane disini akan sedikit bercerita tentang daerah dan kebudayaan di Majalengka, yaa daerah dan tempat lahir ane. Dimana ada yang sedikit menghambat dan juga mendorong untuk ane mencapai cita/impian ane.
Hmm.. Gan, kebudayaan daerah merupakan salah satu, ciri khas yang menunjukan suatu adat kebiasaan dalam wilayah tertentu seperti halnya di Kabupaten Majalengka, daerah asal ane.
Di Majalengka sudah menjadi kebiasaan setiap akan ada acara acara seperti sunat, pernikahan selalu ada suatu pesta keluarga yang punya hajat. Dengan menyajikan suatu hiburan yang bersifat karnafal, terkenal dengan arak-arakan lah. Yang biasanya diiringi lagu dan tabuhan khas daerah sunda. Ngomong-ngomong ane bangga jadi orang Sunda, Alhamdulillah.
Di daerah ane setiap ada acara yang disebut hajatan itu, kurang lengkap rasanya kalau tidak ada hiburan yang satu ini, hiburan yang merupakan seni juga. Seni kuda renggong namanya, Seni ini merupakan seni yang sangat bersejarah sejak jaman dahulu, yang biasa dipentaskan pada acara tertentu. Seperti yang ane sebutin diatas, hajatan sunat, atau nikahan, biasanya sang pengantin pria pas hajatan keliling-keliling naik kuda sambil diiringi musik jaipong.
Oiya seni kuda renggong ini konon menurut cerita para tokoh seni awalnya adalah kuda ronggeng, yang dimana kuda tersebut dilatih oleh para ahli kuda untuk dibiasakan menari dan sambil ditunggangi oleh anak sunat atau pengantin. Yang menjadikan kuda tersebut bisa menari dengan pasangan orang-orang dan tidak akan berhenti sebelum musik pengiring tersebut berhenti hihihi

Penghambat Cita-Cita
            Budaya atau kesenian daerah menghambat cita-cita? Sedikit bingung juga buat nulisnya gan, tapi disini ane bakal cerita aja zaman zaman ane SD dulu tiap ada orang hajatan itu kan rame, apalagi sodara hehe Yaaa kebiasaan dikampung ane tadi tiap ada hajatan yaa ada hiburan seni, kuda renggong, tari-tarian Sunda sama lainnya. Kebiasaan yang gak baik ini mungkin yang sedikit penghambat cita-cita, yaa tiap ada hajatan tersebut anak anak dikampung ane kadang suka meliburkan diri sendiri, padahal sekolah yang harus diprioritaskan. Mungkin karena kepingin liat hiburan atau entah kebawa suasana haha Rame rame jadi males berangkat ke sekolah.

Pendorong Cita-Cita
            Masih yang tadi, Seni atau Budaya menjadi pendorong cita-cita? Bisa? Hmm. Disini ane bakal sedikit cerita aja, pendorong cita cita yaa buat ane sih orang tua. Apalagi ane anak tunggal. Seni sebagai pendorong cita-cita, satu lagi kesenian khas daerah ane, Sunda. Wayang Golek, wayang golek biasanya ada diacara hajatan juga, obrolan atau kata kata petuah dalam pementasan wayang golek itu mungkin yang menjadi pendorong cita-cita, obrolan dalam wayang golek bukanlah obrolan yang gak ada isinya, didalamnya banyak isi atau pesan yang disampaikan. Contoh seorang raja atau ksatria dalam wayang golek begitu gagah dan berwibawa. Setiap abis nonton wayang golek ane terinspirasi aja buat bisa jadi orang gagah tersebut, yaa bisa sukses, banggain orang tua. Dan jadi orang bermanfaat bagi orang lain, Amiiin. Sekian sedikit tulisan dari ane ini hihihi Sudah pasti banyak kekurangannya, tapi disini ane hanya ingin bercerita tentang Seni dan Kebudayaan di daerah asal ane. Yang mungkin bisa mendorong untuk ane mencapai cita-cita ane. Terima kasih.