Ane
disini akan sedikit bercerita tentang daerah dan kebudayaan di Majalengka, yaa
daerah dan tempat lahir ane. Dimana ada yang sedikit menghambat dan juga
mendorong untuk ane mencapai cita/impian ane.
Hmm..
Gan, kebudayaan daerah merupakan salah satu, ciri khas yang menunjukan suatu
adat kebiasaan dalam wilayah tertentu seperti halnya di Kabupaten Majalengka,
daerah asal ane.
Di
Majalengka sudah menjadi kebiasaan setiap akan ada acara acara
seperti sunat, pernikahan selalu ada suatu pesta keluarga yang punya hajat. Dengan
menyajikan suatu hiburan yang bersifat karnafal, terkenal dengan arak-arakan
lah. Yang biasanya diiringi lagu dan tabuhan khas daerah sunda. Ngomong-ngomong
ane bangga jadi orang Sunda, Alhamdulillah.
Di daerah
ane setiap ada acara yang disebut hajatan itu, kurang lengkap rasanya kalau
tidak ada hiburan yang satu ini, hiburan yang merupakan seni juga. Seni kuda
renggong namanya, Seni ini merupakan seni yang sangat bersejarah sejak jaman
dahulu, yang biasa dipentaskan pada acara tertentu. Seperti yang ane sebutin
diatas, hajatan sunat, atau nikahan, biasanya sang pengantin pria pas hajatan
keliling-keliling naik kuda sambil diiringi musik jaipong.
Oiya seni kuda renggong ini konon menurut cerita para
tokoh seni awalnya adalah kuda ronggeng, yang dimana kuda tersebut dilatih oleh
para ahli kuda untuk dibiasakan menari dan sambil ditunggangi oleh anak sunat
atau pengantin. Yang menjadikan kuda tersebut bisa menari dengan pasangan
orang-orang dan tidak akan berhenti sebelum musik pengiring tersebut berhenti
hihihi
Penghambat Cita-Cita
Budaya atau kesenian daerah
menghambat cita-cita? Sedikit bingung juga buat nulisnya gan, tapi disini ane
bakal cerita aja zaman zaman ane SD dulu tiap ada orang hajatan itu kan rame,
apalagi sodara hehe Yaaa kebiasaan dikampung ane tadi tiap ada hajatan yaa ada
hiburan seni, kuda renggong, tari-tarian Sunda sama lainnya. Kebiasaan yang gak
baik ini mungkin yang sedikit penghambat cita-cita, yaa tiap ada hajatan
tersebut anak anak dikampung ane kadang suka meliburkan diri sendiri, padahal
sekolah yang harus diprioritaskan. Mungkin karena kepingin liat hiburan atau
entah kebawa suasana haha Rame rame jadi males berangkat ke sekolah.
Pendorong Cita-Cita
Masih yang tadi, Seni atau Budaya
menjadi pendorong cita-cita? Bisa? Hmm. Disini ane bakal sedikit cerita aja,
pendorong cita cita yaa buat ane sih orang tua. Apalagi ane anak tunggal. Seni
sebagai pendorong cita-cita, satu lagi kesenian khas daerah ane, Sunda. Wayang
Golek, wayang golek biasanya ada diacara hajatan juga, obrolan atau kata kata
petuah dalam pementasan wayang golek itu mungkin yang menjadi pendorong
cita-cita, obrolan dalam wayang golek bukanlah obrolan yang gak ada isinya,
didalamnya banyak isi atau pesan yang disampaikan. Contoh seorang raja atau
ksatria dalam wayang golek begitu gagah dan berwibawa. Setiap abis nonton
wayang golek ane terinspirasi aja buat bisa jadi orang gagah tersebut, yaa bisa
sukses, banggain orang tua. Dan jadi orang bermanfaat bagi orang lain, Amiiin.
Sekian sedikit tulisan dari ane ini hihihi Sudah pasti banyak kekurangannya,
tapi disini ane hanya ingin bercerita tentang Seni dan Kebudayaan di daerah
asal ane. Yang mungkin bisa mendorong untuk ane mencapai cita-cita ane. Terima
kasih.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar